Informatif dan Menghibur

Sunday, December 16, 2012

Pandangan Orang Jepang Terhadap Kebiasaan Orang Indonesia


                                                        

Profesor Nagano, Staf pengajar Nihon University, memberikan kuliah intensive course dalam bidang Asian Agriculture di IDEC Hiroshima University. Beliau sering menjadi konsultan pertanian di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Ada beberapa hal menggelitik yang beliau itarakan sewaktu membahas Indonesia. Berikut adalah uraiannya


Orang Indonesia suka rapat dan membentuk berbagai macam panitia
Setiap ada kegiatan, orang Indonesia selalu rapat terlebih dahulu, tentunya dengan konsumsi. Setelah Rapat, dibentuklah kepanitiaan. Kemudian, diskusi berulang kali, saling kritik, dan setiap orang merasa idenya yang paling benar. Akhirnya, pelaksanaan tertunda. Padahal, tujuan program tersebut sebenarnya baik

BJK (Budaya Jam Karet)
Selain beliau, saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika saya tanya "Kebudayaan apa yang menurut Anda terkenal di Indonesia?"
Dengan Spontan, mereka menjawab "Jam Karet". Saya tertawa, tetapi sebetulnya malu dalam hati. Sudah sebegitu parahkah disiplin kita?

Kalau bisa dikerjakan besok, mengapa tidak?
Jika orang lain berprinsip, kalau bisa dikerjakan sekarang, mengapa ditunda besok? Namun, prinsip orang Indonesia malah "Kalau bisa dikerjakan besok, mengapa tidak?" Saya pernah malu oleh tudingan sensei saya sendiri tentang orang Indonesia. Beliau mengatakan, orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.

Umumnya, Tidak mau turun ke lapangan
Beliau mencontohkan ketiak dia hendak memberikan pelatihan kepada para petani. Pendamping beliau dari direktorat pertanian datang dengan safari lengkap. Padahal sensei saya sendiri sudah datang dengan pakaian kerja serta sepatu bot.
Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa turun ke sawah. Mengapa? Karena mereka datang dengan memakai safari, bahkan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi, tetapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dininabobokan oleh istilah Indonesia kaya, masyarakatnya suka gotong royong, ada Pancasila, agamanya kuat, dan lain-lain. Itu hanya istilah, kenyataanya bisa kita lihat sendiri.
Ternyata negara kita hancur-hancuran. Bahkan susah untuk bangkit kembali. Kemana sifat gotong royong yang membuat negara, seperti Korea, bisa bangkit kembali? Kita selalu senang dengan istilah tanpa aksi. Kita terlalu banyak diskusi, saling lontar ide atau kritik sehingga akhirnya waktu terbuang percuma tanpa berbuat apa-apa. Kita ramai berbicara lebih dahulu, tapi sayangnya tidak ada tindak lanjutnya.
Kapan kita akan sadar dan introspeksi akan kekurangan-kekurangan kita dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama pertanyaan belum terjawab, kita akan terus seperti ini. Menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut sebagai negara beradab dan tetap terbelakang di segala bidang.
Mudah mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu mengubah diri untuk menjadi yang lebih baik.

Merasa indonesia, silahkan baca. Jangan mengumpat negara lain (Malaysia etc) sebelum melihat negara sendiri. Jangan menghakimi orang lain sebelum menghakimi diri sendiri. Kita berkata negara sana adalah negara maho yang gak berperikemanusiaan, gak bisa menggunakan waktu, selalu berbicara tapi gak bertindak. Padahal kita sendiri seperti itu, malah lebih buruk dari itu, gak mau mengakui kesalahan sendiri dan melemparnya ke tempat lain.
serbanyampur.blogspot.com. Powered by Blogger.

© Serba Serbi Informasi Bercampur Di Sini, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena