Informatif dan Menghibur

Sunday, December 16, 2012

5 Film Kartun Legendaris

Mari sobat kita bernostalgia, apakah sobat-sobat masih ingat film-film kartun zaman dulu? Mungkin yang lahir di tahun 80-90an masih inget film kartun dibawah ini.

- Ikkyu San
Awalnya, menyaksikan film kartun Ikkyu San, sangat membosankan. Sebab, entah karena tokohnya yang biasa saja maupun alur ceritanya yang gampang ditebak. Apalagi, suara-suara aneh yang diketok dari bocah berkepala plontos ini, jika ingin memikirkan sesuatu. Tok, tok, tok…

Namun, setelah menyaksikan beberapa episode -plus banyak iklan- saya sendiri jadi ketagihan. Sebab, Ikkyu sendiri merupakan sosok anak cerdas dibanding kawan sebayanya. Dia mampu memecahkan berbagai persoalan, termasuk untuk orang yang lebih dewasa, cukup dengan bersemedi memusatkan perhatian dan diiringi ketukan mangkok tiga kali ala Bhiksu.

                        


- Candy-Candy
Sosok gadis kecil berambut pirang, bermata besar dan berhidung lancip. Itulah Candice White Ardlay, atau biasa dipanggil Candy. Seorang anak yang bercita-cita menjadi perawat, harus menjalani kisah hidupnya dengan ruwet. Termasuk ketika di usia belasan, menemukan kawan yang kelak menjadi pacarnya, Pangeran Albert.

Dalam film kartun Candy-candy, digambarkan mengenai prilaku seorang gadis kecil yang giat mengejar impiannya. Meski beberapa kali gagal, namun Candy tetap tidak pantang menyerah. Hanya, kelemahannya adalah Candy adalah sosok yang mudah trenyuh. Terutama terhadap lawan jenis sebayanya, yang membuat mata besarnya sering berkaca-kaca.

                           


- Doraemon
                           
Untuk film kartun ini, mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sebab, Doraemon merupakan film kartun pertama yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta yang saat itu baru mengudara hingga kini memasuki usia dua dekade lebih. Mungkin, banyak yang sudah menyaksikan Doraemon dari tahun 1989, sejak masih kanak-kanak hingga kini punya beberapa anak lagi…

Yang menarik dari Doraemon, sebenarnya bukan tokoh utamanya si robot kucing. Melainkan adalah Nobita, seorang pemalas yang selalu mengandalkan barang-barang dari kantong ajaib Doraemon. Mulai dari baling-baling bambu, pintu ajaib, hingga makanan khas Jepang, Dorayaki. Apalagi film ini semakin berwarna dengan diramaikan Giant -dulu dibaca Jayan- anak bertubuh tinggi besar, lalu Suneo sosok kaya raya tapi menyebalkan, Dekisugi, anak jenius dan pesaing berat Nobita, serta Shizuka, yang menjadi rebutan.

- Sailor Moon

          

“Tuxedo Bertopeng…”

Begitulah kalimat yang selalu diteriakan dari lima sekawan remaja perempuan, yang tergabung dalam pasukan cantik. Dipimpin oleh Usagi (Sailor Moon), Ami (Merkurius), Rei (Mars), Makoto (Jupiter), dan Ai (Venus), kelima pahlawan muda itu bahu-membahu membasmi kejahatan.

Namun, selain semangat melawan musuh, kelima gadis tersebut juga saling bersaing memperebutkan seorang Mamoru, pria muda nan misterius, yang mengenakan pakaian serba hitam lengkap ala jas. Sosok pahlawan yang dijuluki Tuxedo Bertopeng itu, kerap menjadi penyelamat Usagi dan kawan-kawan. Selain itu, yang unik dari film kartun ini adalah, secara tidak langsung penonton diberi pengetahuan mengenai nama-nama beberapa planet yang ada di tata surya.

- Remi

Selamat pagi gunungku, selamat pagi pohonku
Selamat pagi teman-teman semua
Aku kan pergi jauh demi cita-citaku
Remi mohon doa restu darimu

Selamat berpisah semuaunya
Aku kan pergi untuk mengembara
Jangan bersedih karena kepergianku
Kelak pasti kita akan bertemu


                 

Mungkin untuk saat ini, sudah jarang yang mengenal lagu pembuka dari film kartun Remi. Tentu saja, karena dibanding Doraemon dan Dragon Ball yang selalu ditayangkan ulang hingga kini, Remi, sama sekali belum ditayangkan kembali.

Padahal, sekitar pertengahan tahun 1995, Remi merupakan salah satu film kartun sangat ditunggu-tunggu oleh anak kecil maupun remaja yang baru belasan tahun. Bahkan, saat itu setiap Kamis sore, saya dan beberapa teman sebaya selalu membaca sinopsisnya melalui majalah Bobo dan Tabloid Fantasi.

Kisahnya sederhana, tentang seorang anak kecil yang harus menjalani masa kanak-kanaknya dengan mengamen di seantero negeri Prancis. Bersama seniman jalanan yang kelak menjadi Ayah angkat, tiga ekor anjing dan seekor monyet, Remi terus berkelana mencari rezeki halal untuk kehidupan sehari-harinya.

Bagi saya sendiri, Remi adalah film kartun yang sangat berkesan. Sebab, dari tubuhnya yang kecil dan ringkih -berbeda dengan Nobita- Remi sudah mengajarkan cara berjuang hidup di jalanan. Bukan dengan mengemis, tapi justru menjual apa yang dia bisa, seperti permainan musik serta gerak pantomim yang diperagakan sang monyet. Setelah hampir dua windu, saat ini rasanya sulit mencari film kartun yang sangat mendidik dan inspiratif layaknya Remi.


serbanyampur.blogspot.com. Powered by Blogger.

© Serba Serbi Informasi Bercampur Di Sini, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena