Informatif dan Menghibur

Thursday, February 14, 2013

Kisah Masyarakat India Borong Emas Rp 532 Triliun Setahun

                                

New Delhi - Di India, emas biasa menjadi hadiah untuk pesta perkawinan, kelahiran anak, festival nasional, tanda promosi jabatan, dan juga semua acara selebrasi.

Jika kita masuk ke toko emas di India, kita akan melihat para pembeli memilih gelang-gelang emas ataupun emas berbentuk biskuit. Di India, emas-emas ini biasa menjadi bagian dari parsel hadiah.

Di jantung kota Mumbai, Jhaveri Bazaar telah berubah menjadi pasar perhiasam. Alfiya Bhombal, perempuan berumur 24 tahun berbelanja untuk pernikahannya. Dia datang bersama kedua orangtuanya. Keluarga itu akan memberi Alfiya dan pasangannya hadiah perkawinan berupa emas.

Membeli emas merupakan kebiasaan budaya di India, pembelian emas ini juga mendorong tumbuhnya ekonomi negeri hindustan ini. Lebih dari setengah populasi masyarakat di India disebut tidak memiliki tabungan di bank. Berinvestasi di bank atau instrumen keuangan lain hampir tidak terlintas di pikiran masyarakat India. Cara mudah untuk berinvestasi mereka adalah melalui pembelian emas, yang bisa disimpan di rumah, serta memberikan keuntungan yang menarik. Tahun lalu, harga emas di India naik hampir 13%.

Namun ada masalah besar soal kebiasaan borong emas masyarakat India ini. India tidak memproduksi emas sendiri. Semua emas yang dijual dan dibeli masyarakat India adalah emas impor. Menurut data yang dikutip dari CNN, Kamis (14/2/2013), tahun lalu, jumlah pembelian emas di India mencapai US$ 56 miliar atau sekitar Rp 532 triliun!

Pembelian emas yang besar ini menjadi pemicu bengkaknya defisit fiskal negara ini, yang menyentuh 5,4% dari PDB pada Juli hingga akhir tahun lalu.

Kenyatan ini membuat menteri keuangan India khawatir. Januari lalu, Menkeu India P Chidambaram mengatakan: "Kami tak punya pilihan kecuali meningkatkan sedikit harga emas impor agar lebih mahal."

Sementara Presiden dari Asosiasi Logam Mulia Bombay yaitu Mohit Kamboj mengatakan, menurutnya kebijakan dari Menkeu tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penurunan minat beli emas masyarakat. Harga properti dan saham mungkin bisa turun akibat resesi, namun emas tetap kinclong di India.

Memang keadaan tidak berubah, di setiap toko perhiasan di India, emas tetap terpajang mentereng, meskipun pemerintah akan meningkatkan harga impor emas. Membeli emas merupakan tradisi berumur ratusan tahun di India.



(dnl/ang) 

Sumber: Serba Serbi Informasi Bercampur Di Sini
serbanyampur.blogspot.com. Powered by Blogger.

© Serba Serbi Informasi Bercampur Di Sini, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena